Thursday, March 8, 2012

Semalam jadi Cinderella II

okeeeee! makasih buat yang nunggu-nunggu kelanjutan cerita ini. langsung baca aja yaaaa :)


Sewaktu Rara sedang jalan terburu-buru, ditengoknya ke samping dan ternyata orang yang mengikuti jalanya adalah Fariz.
“eh hehehe”
“lama wu”
Rara hanya membalas dengan cengiran.
“mau kemana nih emang?”
“yang pasti mau makan, aduh laper banget sumpah.”
“oyayaya oke. Tapi gue ga makan ya”
“kenapa? kamu udah makan belum?”
‘eh ko Fariz bilang ‘kamu’ ya’ bisik nya dalam hati. “udah tadi sore”
“makan lagi”
“ah gamau kenyaaang”
“yah gaseru doong makan sendiri. Kamu sini nyebrang”
“hehehe iya”
“tunggu sini ya aku ambil motor dulu”
“oh oke”

“yuk kita cari tempat.” Rara naik ke motor Fariz. Lalu Fariz menggas motornya.
Setelah sampai di tempat yang dimaksud, Fariz memberhantikan motornya lalu mempersilahkan Rara turun terlebih dahulu.
“duduk sini lah” suruh Fariz sambil menunjuk kearah sebrang tempat duduknya. Rara menurut lalu duduk didepan Fariz. Fariz memesan makanan dan minuman, lalu Rara memesan minuman.
Selama menunggu pesanan datang Rara dan Fariz berbicara panjang lebar berbasa-basi ini itu.
“kalo cari sponsor untuk band kemana ya Iz?”
“ha? Oh sekarang meneger-in band ya?” ‘aduh salah ngomong’ bentak Rara dalam hati.
“ah masa?”
“engga hehehe”
“atau jadi personil band ya kamu?”
“eh” Rara terdiam salah tingkah.
“iya ya?”
“haa iya”
“asik band apa?”
“ah engga. Baru ko”
“apa ih?”
“gaakan kenal”
“eh seriusan apa?”
“hehe *menyebutkan nama band* ga kenal kan?”
“tau ko, ada di bio kamu”
“ohiya hehehe”
“kamu vokalis?”
“iya hehehe”
“mana coba mau denger suara kamu dong. Ada ga?”
“ada sih. Ah masih jelek”
“mana udah gapapa sini mau denger. Mumpung belum makan akunya juga”
“ahehe engga ah”
“mana eh?”
Dengan ragu dan terpaksa Rara menunjukan lagu band-nya. Dan langsung di dengar olah Fariz. Dengan seksama Faris mendengarkan setiap alunan lagu yang sedang di dengarnya tersebut.
‘aduuuh mati gaya gue’ bisik Rara dalam hati.
Beberapa menit kemudian Fariz memberikan hp Rara dan mengangguk-angguk.
“ini suara kamu?”
“iya. Kenapa? beda ya? jelek?”
“ih engga, bagus banget malah. Serius deh itu suara kamu bagus banget seukuran anak SMA gini.”
“eh makasih hehehe” wajah Rara berubah merah padam menahan malu.
Lama berkomentar panjang tentang suara Rara, band Rara, lagunya dan lain-lain. Fariz mulai makan.Namun disaat makan nya masih saja Fariz dan Rara mengobrol tentang band Fariz, tentang album perdana nya band Fariz dan tentang lagu yang ia buat.
“nih enak deh serius!” kata Fariz sambil menyuapkan tangan nya kearah mulut Rara.
“eh engga ah”
“ini eh enak tau”
“ah enggaaaa” ‘mampus salah tingkah gue!’ gumamnya dalam hati.

Fariz melanjutkan makannya, dengan tetap mengajak Rara ngobrol.
Setelah selesai makan, Fariz menunjukkan lirik lagu ciptaannya sendiri.
“ciyee buat ka dian ya?” (dian itu mantan Fariz)
“engga”
“em bohoooong”
“hahaha iya”
“nahkan.” kata Rara sambil membaca bait lagu ciptaan Fariz tersebut.
“engga, ya gitu dia nya”
“eh gitu kenapa?” Tanya Rara terpancing.
“engga ah, nanti malah jadi curhat”
“ih gapapa atuh. Bisa jaga rahasia ini da gu..eh akunya”
“ya gitu dianya ga ngedukung ngeband akunya.......” (ga dilanjutin karna rahasia yaaaa hehehe)
Panjang lebar mendengar cerita cinta Fariz dengan mantannya itu. Rara juga ikut nimbrung cerita tentang mantannya juga, namun tak banyak karna menurut Rara gapenting juga cerita tentang mantannya itu.
Tak habis bahan pembicaraa mereka, setelah itu Rara dan Fariz membahas tentang MCR (My Chemical Romance). Tau kaaaan? Band alternative yang super dooper keren. Fariz memang suka dengan MCR apalagi Rara. Mereka berdua sama-sama mengidolakan MCR. Fariz bercerita kalo dia suka sama lagu yang Famous Last Words, bagi nya itu lagu dan video klip nya itu keren banget. Dia juga suka lagu Cancer, dalem banget lagu nya kata dia tuh. Kalo Rara cerita kalo dia suka sama lagu Cancer, I’m not okay dan Helena.
Malam itu, langit yang biasanya hujan, untuk hari ini cerah. Secerah perasaan Rara saat itu. Sepanjang malam itu tak henti-hentinya Rara tersenyum sumringah, ucapan yang terucap dari Fariz selalu dijawabnya dengan senang hati.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 lewat beberapa menit. Fariz mengajak Rara pulang. Diperjalanan masih saja Fariz membahas tentang MCR, sambil ia bersenandung salah satu lagu MCR yang Famous Last Words.
‘ah keren lah. Lagu rock dinyanyiin dia itu pasti keren hahaha’ komentarnya dalam hati. Terasa dekat sekali posisi duduk antara Rara dan Fariz (yaiyalah namanya juga dibonceng). Tak lama Fariz membelokkan motornya ke kiri ke tempat SPBU dekat situ.
“isi bensin dulu ya” kata Fariz.
Rara mengusap lengannya, malam itu memang terasa lumayan dingin, namanya juga sudah sekitar pukul 9 malam. Melihat itu Fariz membuka resleting jaketnya.
“nih” diberinya jaket yang telah ia lepaskan dari badannya.
“eh engga, kan udah pake cardigan” tolak Rara sambil sedikit tersipu.
“ini kan udah maleeem, pake!” sahut Fariz lembut.
“ih”
“pake!” dengan muka yang sambil tersipu Rara mengenakan jaket Fariz dengan lembut. Yaiyalah cewe mana yang tak tersipu di lakukan seperti itu. Ya kan?
Fariz kembali melaju kan motor matic nya perlahan. Selama diperjalanan Fariz tak henti nya mengajak Rara mengobrol, bercanda ria ditengah ramainya kehidupan malam di jalan yang mereka telusuri. Akhirnya sampai lah Rara di depan gang rumahnya, Fariz pun berpamitan. Tak lupa Rara mengucap terimakasih dan ucapan hati-hati kepada Fariz. Fariz tersenyum lalu melanjutkan laju motornya keluar gang rumah Rara. Rara hanya menatap Fariz dan motornya hingga lenyap diujung jalan. Berakhirlah sudah malam itu dengan indah.
Waktu ini terasa cepat. Bisiknya.
Tak hentinya Rara mengumbar senyum bunga hingga hati nya seperti ikut tersenyum malam itu. Malam ini seperti mimpi, aku seolah menjadi Cinderella malam ini hihihi. Ucapnya kecil. Rara pun akhirnya terlelap indah bersama senyuman yang masih melekat dibibirnya.

SELESAI

seru ga? kalo engga maaf kalo iya makasih ya hehe. makasih sudah di baca juga :)

No comments:

Post a Comment