Saturday, February 18, 2012

SHE is....my little twinsist :p
so cute right? she is Kiara Izzati Naifa you can call her Kiara, aya, yaya or Kalaaaaaa :D
she hobbies are play with me, taking photo with me (so narsis :p), like to listening "lullaby" a song from Gita Gutawa (maybe she is Gita's fans too like me :p)
i love her like a love my real sister. if i feel sad, or boring she will make me laugh smile and understannd me if i doing bad feeling. she is my moodbooster :*

Saturday, February 4, 2012

Chating with YOU

Dunia maya memang selalu dapat menyatukan seseorang dengan seseorang lainnya. Terkadang ada yang memang jodoh untuk dipersatukan. Dan terkadang dunia maya menyatukan yang seharusnya tidak menyatu.
Dia. Si temen chat ku yang ku kenal dari dunia maya yang dinamakan Facebook. Dari Facebook kami bertukar user yahoo dan saling berhubungan melalui YM hingga akhir cerita ku dengannya.
Ini kisahnya.
“Yudha Samudera send friend request” sebuah tulisan terpampang di ‘home’ Fia.
“confirm deh, engga ala-ala (alay) ini ko nick nya hehe” di klik nya di tulisan berbunyi ‘confirm’. Iseng, Fia membuka profilnya. “pp nya ganteng” dibukanya setiap album yang Yudha Samudera punya. Ditatapnya setiap foto yang Fia buka.
“ganteng ya” ujarnya beberapa kali setiap membuka foto Yudha.
Tak lama Yudha online! Kemudian muncul ‘notif’ disebelah pinggir bawah kiri yang mengatakan “Yudha Samudera posted on your wall”
“eh nge-wall, asik” segera Fia membuka profile-nya.
Yudha Samudera
Makasihyah confirm nya hehe :)
a minute ago – like – comment
“aaaaaaaaaaa bales ah”
Fia Nadya
Iyaaaaa sama-sama ya :)
Siapa?
Yudha Samudera
Yudha :) sendirinya?
Fia Nadya
Fia hehe. Sekolah dimana?
Yudha Samudera
Di SMP 2 nih. Fia dimana? Salam kenal ya hehe :D
Fia Nadya
Di SMP 9. Oh iya sama ya Yudhaaaa :)
Dan seterusnya..
Fia dan Yudha saling ber-wall to wall-an, hingga nyambung ke chat.
Hari berganti, minggu berganti, bulan pun berganti. Seiring berjalannya waktu Fia dan Yudha makin akrab. Saling mengenal satu sama lain.
Mereka saling sharing. Banyak kesamaan diantara mereka, termasuk dalam hobi. Fia suka membaca novel, Yudha pun suka membaca novel.
Suatu hari Fia off dari dunia maya karena ada pekan Try Out. Fia yang sebelumnyatidak memberitahu Yudha. Membuat Yudha setiap hari selama seminggu mencari kontak Fia Nadya di kontak YM-nya. Namun beberapa kali Yudha mencari, selalu menemukan Fia di kontak offline nya.
“yaaaaaaah Fia kemana sih” keluhnya. Akhirnya Yudha mengirim offline message ke YM Fia.
Yudha Samudera
Fiaaaaaaaaaaaaaaaaa, kemana sih? :(
Dua hari kemudian, Yudha membuka YM-nya tetap tak ada balasan dari Fia. Fia pun masih berada di kontak offline Yudha.
Seminggu berlalu, Fia muncul. Segera Yudha men-chat Fia.
Yudha Samudera
Fiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :(
Fia Nadya
Apa yudhaaaaa? Maafin gue ya. Gue seminggu kemarin ada try out hehe
Yudha Samudera
Ah fia mah ga ngasih tau ko?
Fia Nadya
Iya maaf ya :’)
Kenapasih? Kangen yaaaaaa? Hayo hehe :p
Yudha Samudera
Iya nih kangen hehe
“eh? I ni orang bikin gue gr deh aaaaaa haha” Fia langsung menutup muka, tersipu malu setelah membaca chat tersebut.
Makin lama Fia menaruh rasa kepada Yudha. Yudha membuatnya senang, membuatnya nyaman. Yudha memberi tawa ketika Fia merasa sedih, Yudha memberi keramahan ketika Fia merasa gundah. Yudha melengkapinya selalu.
Hingga setahun berlalu. Rasa yang Fia punya masih saja terpendam.
“yaudah nyatain aja Fi” suara Riri mengagetkan Fia yang sedang tersenyum tersipu membaca setiap chat yang dikirim Yudha.
“ah apasih”
“emansipasi doooooooong haha”
“gamungkin dapetin Yudha, dia Cuma temen maya gue. Kaya nya kalo kita ketemu aja dia belum tentu suka gue ri”
“ah payah. Masa pesimis gitu sih”
“hem” Fia memasang muka pasrah.
Beberapa hari kemudian.
“eh Ri! Si Yudha kan besok ultah hehe”
“em tau aja.”
“iyadong. Harus. Kasih apa ya?”
“iiiiiiigenit. Kasih cinta aja?”
“eh” Fia langsung tersentak. Mukanya memerah malu “apadeh Ri”
“hehe. Ya lo kasih apa yang dia suka aja napa”
“dia suka novel. Em....” Fia berfikir sambil memakan snack “oh iyaaaa!!!” suara Fia mengagetkan Riri yang sedang memakan siomay “eh Ri. Yaampun” cepat-cepat Fia memberikan minum kepada Fia.
“ah lo tuh kagetin aja!”
“hihi maaf broh” sahut Fia lalu memeletkan lidahnya meledek.
“apa?!”
“is jutek banget”
“hem apa cantik?” Riri senyum terpaksa.
“gue ngasih novel Jingga dan Senja aja kali ya. Dia waktu itu kepengen banget novel itu. Tapi belum kesampean karna gaada duit katanya”
“yaudah sana kasih itu aja Fi. You know him so well kan jadi pasti tau apa yang dia suka”
“yohaaaaaaa hehe”
Malam harinya, seperti kegiatan yang kemarin-kemarin Fia sudah stand by di depan laptopnya dan membuka YM media kesayangannya itu.
Benar saja belum ada satu menit Fia on. Yudha sudah men-chat.
Yudha Samudera
Fia hehe
Fia Nadya
Apa yudhaaaaa? :)
Beberapa jam berlalu cepat. tak terasa memang bagi Fia yang senang berjam-jam online asalkan chat-an sama Yudha. Ditengah chat-nya Fia tersentak, ketika satu chat muncul.
Yudha Samudera
Fia besok kan aku ultah hehe
Fia Nadya
Iya tau ko Yudhaaaaa :)
Yudha Samudera
Mau kasih apa hayo?
Fia Nadya
Apaya? Maunya apadong?
Yudha Samudera
Em gue mau lo!
“GUE MAU LO????!!!” Fia terpaku. Berkali-kali dibacanya chat tersebut.
“aaaaaaaaaaaa gapercaya ih” kagetnya.
Fia Nadya
Maksudnya?
Yudha Samudera
Em maksudnya apaya? Hehe
Fia Nadya
Iiiih apa Yudhaaaaaa?
Yudha Samudera
Besok kita ketemu ya? Nanti gue kasih tau maksudnya apa hehe
“ah mungkin gaksih itu sebuah tembakan?” Fia’s wish.
Hari Yang ditunggu tiba. Sepulang sekolah Fia buru-buru ke tempat dimana ia bejanjian dengan Yudha. Sesampainya disana Fia menemui seorang cowo yang mengenakan seragam lengkap SMP yang ditutupi jaket berwarna hitam bergambar tengkorak.
“itu Yudha?” dalam hatinya bertanya-tanya.
Pelan-pelan Fia menghampiri cowo itu. Tak ada lagi cowo sendirian disekitar situ selain yang satu ini. Jadi kemungkinan cowo ini lah yang bernam Yudha.
“huuuuuu” terdengar pelan hembusan nafas Fia.
“hai. Yudha bukan?” tegur Fia sambil menggenggam erat buku novel yang masih terbungkus plastiknya. Yudha terpaku. Dengan cepat. Yudha langsung ngeh, ini pasti Fia.
“iya. Fia ya?” balasnya lalu mengumbar senyum manis kepada Fia.
“iyahehe” Fia balas tersenyum. Kemudian hening. Diantara mereka hanya ada lirik-lirikanl. Merasa canggung untuk memulai percakapan karena baru pertama kali ini mereka bertatap muka selain di ‘skype’.
“EH!” tegurnya bebarengan. Lalu keduanya menghentikan suara.
“apa fi?”
“eng..selamat ulang tahun ya” ujarnya pelan sambil tersenyum kaku.
“iya makasiiiiiih”
“in..ini hadiah dari gue buat lo Yud” diserahkannya novel baru berjudul Jingga dan Senja itu kepada Yudha. Yudha menerima novel tersebut. Ditatapnya lalu tersenyum.
“makasih fia. Ini kan novel yang gue mau beli tapi gajadi hehe”
“iya karna gaada uang ya? Hehe”
“iya. Kotau?”
“iyalah Yud.”
“hehe iya ya. Pasti gue cerita dan gue lupa” katanya sambil tersenyum malu.
Jam tangan telah menunjukan jam tujuh lewat sebelas malam. Fia berpamitan kepada Yudha. Tak terasa hari begitu cepat memisahkan mereka yang baru saja bertemu.
Sesampainya dirumah, sambil berbaring di tempat tidurnya Fia me-flashback apa yang hari ini dia lakukan bersama Yudha. Nonton film, makan, ngobrol. Fia tersenyum sendiri.
“OH IYA!!!” tiba-tiba Fia teringat akan sesuatu “maksud omongan yang kemarin apaya?” buru-buru Fia membuka YM dan men-chat Yudha.
Fia Nadya
Yud...
Yudha Samudera
Apa Fia? Em makasih ya buat hari ini. Makasih juga buat novelnya hehe :)
Fia Nadya
Oh iya sama-sama Yud hehe.
“em gue nanya gakya?” Fia gundah. “gausah kali ya. Kalo emang itu niatnya buat nembak, pasti Yudha ngejelasin tadi. Atau kalo dia lupa dia bakal nanya sekarang” akhirnya Fia mengurungkan niatnya untuk bertanya atas kalimat yang lalu.
Sebulan kemudian. Tiba saatnya Fia yang ulang tahun. Semalam sebelum hari Fia ulang tahun Yudha mengajaknya ketemuan lagi.
Di pertemuan kali ini Fia dan Yudha sudah tak terlalu canggung untuk memulai pembicaraan karena setelah pertemuannya yang pertama mereka beberapa kali main berdua.
“nih fi”
“eh? Mentang-mentang gue waktu itu ngasih novel sekarang lo juga ngasih gue novel ya? Haha”
“ih engga. Itu kan novel yang lo tunggu kan? Agak susah sih sebenernya nyarinya.”
“loh? Kenapa tuh?”
“abisnya lo kan update banget sama novel Fi. Gue takutnya malah lo udah beli novel itu duluan deh.”
“yahahahaha iyasih. Tapi ini usaha nya ngeduluin gue ga sia-sia ko Yud. Gue emang kebetulan belum punya novel ini. Malah niat nya sekarang ini di temenin lo hehehe”
“tuhkan. Dasar!” Yudha mengacak-ngacak rambut Fia. Tiba-tiba Fia terdiam menatap Yudha.
‘yaampuuuuuuuuun’ Fia menundukan kepala karna takut ketauan salah tingkah oleh Yudha.
Dipertemuannya ini Fia juga tak berniat menanyakan kalimat waktu itu.
‘kalo itu niatnya emang nembak. Dia pasti jelasin’ ucapnya dalam hati. Namun tidak. Setiap pertemuannya berjalan biasa. Yudha sedikit pun tak lagi membahas tentang ucapannya sebulan yang lalu itu.
“dia mungkin lupa” katanya bekali-kali setiap malam, setiap mereka chating.
Desember datang. Tanggal 19 Desember, tepatnya lusa, Fia akan lomba Paskibra di salah satu sekolah negri di kotanya yang setiap tahun mengadakan lomba baris-berbaris Paskibra.
Ketika Fia siap di barisan pasukan dari sekolahnya. Tak sengaja pandangan Fia menangkap sesosok orang yang dikenalnya. Yudha. Yudha hadir diacara tersebut. Fia tersenyum senang.
Selama tampil lomba, tak henti Fia tersenyum ikhlas tak terpaksa. Berharap ini segera selesai dan Yudha menemuinya.
Beberapa menit kemudian selesai tampil Fia menengok kesetiap arah pandangnya. Tak terlihat sebatang hidungnya pun Yudha.
“kemana ya?”
“siapa Fi?”
“Yudha, dia ada di tempat ini Ri” jawab Fia semangat.
“mungkin Cuma sekilas mirip dia kali?”
“engga tau deh ya.” Fia berfikir. Mungkin iya benar kata Riri. Kalaupun Yudha mau dateng dia pasti bilang pas tadi malem mereka chat YM.
Diwaktu istirahat Fia mengajak Riri ke kantin sekolah tersebut. Riri mengiyakan lalu membuntuti Fia menuju kantin.
Sesampainya di kantin, Fia tiba-tiba terhenti.
“Fi lo kenapa?” tanya Riri. Riri lalu mengikuti arah pandang Fia. Ternyata mereka menemui Yudha sedang duduk berdua dengan seorang cewe. Terlihat disitu Yudha sedang tetawa ceria bersama cewe yang berada disampingya. Fia berbalik badan, dengan cepat Fia berlari menuju kumpulan anak dari sekolahnya. Riri mrnyusul dengan cepat.
“Fia! Lo..” ditatapnya Fia yang sedang tersedu menangis. Riri memeluk Fia. Dengan erat Fia mengeratkan tngannya memeluk Riri.
“ko dia gitu ya Ri?” ujarnya sambil tersendat “tuhkan gue bilang juga apa. Dia gamungkin suka sama gue Ri”
“udahlah Fi. Seiyanya lo kenal dia baik. Lo bisa temenan sama dia kan. Sering ketemuan pula.”
“ya tapi kalo akhir dari ketemuannya kaya gini gimana bisa gue seneng. Pantesan sekarang dia jarang banget chat duluan kalo ga gue yang mulai” Riri hanya bisa menyabarkan Fia. Riri pun tak mengerti harus apa. Karena memang seperti itulah berhubungan yang hanya melalui chat. Tak bisa memandang, tak bisa mengetahui dia dengan siapa.

Lama Fia tak men-chat Yudha. Walaupun sesekali Yudha men-chat, Fia tak membalas. Fia masih kecewa akan kenyataannya. Di profile Yudha Samudera memang berstatus ‘in relationship’ namun entah dengan siapa.
Suatu hari Fia men-chat Yudha. Agak terlihat canggung lagi karena sudah lama mereka tidak berhubungan. Basa-basi diantara mereka tentu terlihat jelas. Tak seperti dulu yang langsung to the point curhat tentang hari ini. Ditengah chat nya, Fia berniat menanyakan yang memang sejak berbulan yang lalu ingin ia tanya. Tentang satu kalimat yang masih mengganggu harinya, tiap mimpinya, tiap sekolahnya.
Fia Nadya
Yud waktu dulu lo bilang ‘gua mau lo’ pas malem sebelum lo ultah, maksudnya apa?
Lama Yudha tak balas. Tiba-tiba..
Yudha Samudera
Emang gue pernah ngomong gitu ya fi?
*JLEB!*
Fia langsung meng-end chat-nya dengan Yudha. Fia meng-offline YM nya. Dibantingnya tubuhnya keatas kasur. Air yang selama ini ditahannya kembali keluar. Mengungkapkan betapa amat kecewanya Fia kali ini. Fia merasa tak ingin mengenal Yudha lagi. Gampang Yudha berkata-kata, namun gampang pula ia melupakan perkataannya yang menurut orang banyak dinilai penting.
Diluapkannya emosi Fia yang teramat dalam. Jawaban yang mengecewakanlah yang didapatnya setelah berlama-lama ia menunggu.
Orang bilang, yang lalu biarlah berlalu. Jika di ikhlaskan yang berlalu itu akan muncul lagi di masa depan dengan versi yang lebih baik. Dan lebih berbeda.
Ridho. Cowo yang mengganti posisi Yudha. Terlebih, Ridho adalah pacar Fia sekarang. Ganteng, dan lebih baik. Juga tak memberi harapan kosong seperti Yudha tentunya.
Lambat laun Fia semakin menyayangi Ridho. Walau kenangannya bersama Yudha masih membekas, namun Ridho datang bagai malaikat yang mampu menghapus setiap jengkal kecewa yang Yudha berikan dulu kepada Fia. Dan sekarang yang Fia sayang hanyalah Ridho. Hanya si malaikat hati yang mampu menemaninya dengan ikatan hingga hampir setahun ini. Semoga Ridho memang yang terbaik bagi Fia untuk seterusnya :)

*E N D*

Friday, February 3, 2012